Ketahui Doa Niat Puasa dan Keutamaan Puasa

Doa Buka Puasa Ramadhan Beserta Artinya - Blibli Friends

Puasa Ramadhan menjadi ibadah wajib bagi umat Islam yang mampu. Sebelum menjalankan puasa harus diawali dengan niat puasa Ramadhan terlebih dahulu. Niat dikerjakan dengan dasar hati bermaksid sengaja menjalankan puasa sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Niat bisa dilakukan dalam hati namun melantangkan bacaan bisa untuk mempertegasnya.

Berikut bacaan doa niat puasa Ramadhan:

Nawaitu shauma ghadin ‘an ad’i fardhi syahri Ramadhna hdzihis sanati lillhi ta‘l

Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

Lantas apa saja keutamaan menjalankan ibadah puasa Ramadhan? Berikut yang perlu Anda ketahui:

  • Disukai Allah SWT

Sebagai perintah wajib, Allah membalasnya dengan  rasa cinta, bagi yang berpuasa dengan menahan diri dari lapar, haus dan hawa nafsu seharian. Bahkan bau mulut yang disebabkan tidak makan dan minum seharian disukai oleh Allah. Seperti diterangkan dalam sabda Nabi Muhammad SAW:

“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (diriwayatkan Muslim).

  • Doanya Mustajab

Doanya orang berpuasa akan langsung didengar Allah SWT karena termasuk doa yang tidak akan ditolak. Maka ketika seseorang berpuasa hendaknya perbanyak berdoa hal-hal baik.

  • Mendapat Ampunan

Allah menjanjikan ampunya atas segala dosa-dosa orang yang menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Baik dosa-dosa di hari itu dan dosa-dosa di masa lalu. Maka berpuasalah dengan penuh keimanan dan harapan pahala agar  mendapat ampunan.

  • Mendapat Surga Ar-Rayyan

Keuntungan tidak terkira bagi orang-orang yang berpuasa adalah dapat memasuki surga melalui pintu Ar Rayyan. Pintu ini dikhususkan hanya untuk dilalui orang-orang yang berpuasa. Hal ini karena Allah begitu mencintai pada hambanya yang menjalankan puasa.

  • Sebagai Pelindung dari Setan

Selama bulan Ramadhan, Allah mengurung setan di dalam neraka, sehingga manusia dapat berpuasa dan menjalankan ibadah lainnya dengan lebih leluasa. Maka ketika ada muslim yang tidak menjalankan puasa tanpa ada alasan, hal tersebut kembali pada masing-masing orang.