Ingin Melakukan Operasi Katarak? Kenali Informasinya Melalui SehatQ.com

 

 

Katarak dikeluhkan masyarakat karena menjadi penyakit mata yang berbahaya dan sulit melaksanakan aktivitas secara maksimal. Diperlukan operasi katarak agar penglihatan normal kembali.

Sebelum melaksanakan operasi, Anda harus mengetahui seperti apa tindakan medis seputar operasi tersebut sehingga tetap tenang saat operasi berlangsung. Apalagi kondisi penglihatan pada penderita katarak cukup beragam dan mengganggu aktivitas.

Kondisi Penglihatan Pada Penderita Katarak

Gangguan penglihatan yang dialami penderita katarak beragam, bahkan ada penderita yang kondisi penglihatannya memburuk karena suatu hal. Diperlukan tindakan medis yang tepat saat penglihatan semakin memburuk. Berikut ada kondisi penglihatan yang sering dialami penderita katarak, yaitu:

  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Terjadi penglihatan ganda saat melihat dengan satu mata.
  • Gangguan penglihatan semakin memburuk sehingga penderita harus mengganti kacamata secara berkala.
  • Penglihatan semakin buram maupun berkabut.

Tindakan medis melakukan operasi katarak dilakukan oleh dokter spesialis sehingga hasilnya maksimal. Jangan sampai asal memilih dokter karena mata adalah panca indera paling penting, apalagi operasi tersebut memiliki prosedur khusus dan terdapat beberapa teknik.

Teknik Melakukan Operasi Katarak

Penderita katarak ringan tidak memerlukan operasi maupun penanganan medis lain. Sejatinya, operasi berfungsi untuk mengganti lensa mata yang sudah keruh dengan lensa mata buatan sehingga penglihatan kembali normal.

Tetapi, sebelum operasi diperlukan pemeriksaan lanjutan dan penangan medis agar operasi berjalan lancar. Pemeriksaan tersebut menyakut jenis kelainan lensa mata, pemeriksaan fisik mata dan lainnya. berikut ada teknik melakukan operasi katarak yang sering dilakukan, antara lain:

1. Operasi Katarak Intrakapsuler

Teknik operasi dengan intrakapsuler dilakukan dengan cara mengangkat lensa dan kapsul lensa yang mengelilinginya. Operasi tersebut membutuhkan tindakan medis yang tepat karena dibutuhkan sayatan lebih besar dibanding teknik operasi lainnya.

Setelah tim dokter membuang lensa mata yang keruh, dokter akan menggantinya dengan lensa buatan. Lensa buatan berfungsi agar penglihatan penderita katarak meningkat karena cahaya akan terfokus di bagian belakang mata.

Perlu diketahui, teknik intrakapsuler memiliki jenis lensa intrakapsular. Berikut ada jenisnya, yaitu:

  • Lensa monofokal untuk penderita mata rabun jauh.
  • Lensa multifokal yang berfungsi agar mata bisa fokus di berbagai jarak. Baik jarak dekat, jarak jauh maupun jarak menengah.
  • Lensa torik yang berfungsi memperbaiki rabun jauh atau astigmatisme dan silinder.

Teknik operasi katarak Intrakapsuler minim terjadi komplikasi saat operasi karena penangan medis dilakukan sebaik mungkin. Jika terjadi hal tidak diinginkan bisa menggunakan obat-obatan maupun operasi lanjutan.

Komplikasi sering dialami pada penderita katarak yang memiliki penyakit mata maupun riwayat penyakit yang cukup berbahaya.

2. Operasi Katarak Menggunakan Sayatan Minimal

Teknik operasi menggunakan sayatan minimal terbilang kecil karena berukuran kurang 1,8 mm. Teknik tersebut berguna untuk penderita katarak yang tidak terlalu parah.

3. Teknik Phacoemulsifikasi

Teknik Phacoemulsifikasi tidak membutuhkan tindakan medis terlalu berat karena hanya membuat sayatan kecil di dekat kornea. Setelah itu, dokter akan memasukkan alat kecil dan lensa yang keruh akan dihancurkan menggunakan getaran ultrasonik.

Selain itu, lensa yang telah hancur akan disedot keluar dengan alat tersebut sehingga proses operasi tidak membutuhkan waktu lama. Apalagi teknik operasi tersebut paling umum dilakukan penderita katarak.

4. Operasi Katarak dengan Ekstrakapsuler

Teknik operasi Ekstrakapsular adalah membuat sayatan cukup lebar pada mata sehingga lensa yang keruh bisa diambil secara utuh. Pastinya, kapsul lensa di dalam mata bisa disisakan.

Teknik operasi tersebut untuk penderita katarak yang cukup parah karena kataraknya sudah menutupi sebagian besar lensa mata.

Efek Samping Operasi Katarak

Operasi katarak ditakutkan sebagian masyarakat karena memiliki efek samping, mereka khawatir efek samping operasi membahayakan kesehatannya. Padahal operasi tersebut tidak memiliki efek samping berat karena operasi dilakukan dokter spesialis. Efek samping operasi masih terbilang ringan dan bisa diatasi tanpa tindakan medis:

  • Mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.
  • Timbul gatal di bagian mata.
  • Penglihatan menjadi buram.

Sejatinya, pasien katarak yang menjalani operasi akan sembuh secara total setelah dua bulan menjalani operasi. Tetapi, proses penyembuhan berbeda-beda tergantung imunitas dan riwayat penyakit pasien, untuk pasien dengan riwayat penyakit serius bisa saja terjadi komplikasi akibat operasi. Diperlukan tindakan medis yang tepat agar komplikasi bisa diatasi, berikut ada macam komplikasinya:

  • Terjadi infeksi.
  • Terjadi pembengkakan.
  • Peradangan.
  • Glaukoma.
  • Katarak sekunder.
  • Penglihatan semakin hilang.
  • Kelopak mata melorot.

Sebelum menjalani operasi katarak, Anda harus mempersiapkan diri sebaik mungkin agar operasi berjalan lancar. Pastinya kesehatan harus dijaga dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bervitamin, hindari makanan tidak sehat karena kesehatan bisa terganggu.

Setelah menjalani tindakan medis pada operasi dan ditemukan efek samping berbahaya, segera hubungi dokter. Jika membutuhkan informasi lanjutan mengenai penyakit katarak dan proses operasi, bisa konsultasi dengan dokter di SehatQ.com. Situs kesehatan tersebut memiliki dokter berpengalaman dan siap menjawab konsultasi Anda secara gratis.