Fintech Syariah Maintenance Sistem

Berita fintech Indonesia saat ini sedang berkembang untuk mengimbangi jasa keuangan perbankan. Indonesia yang mayoritas adalah penduduk muslim tentunya mendorong kemunculan fintech syariah maintenance sistem yang menggunakan prinsip hukum Islam dalam kegiatan bisnisnya.

Aturan Main Fintech Syariah

Tentunya ada perbedaan yang cukup signifikan antara fintech konvensional dan syariah. Perbedaan yang paling mencolok adalah penerapan bunga atau riba. Jadi, bagaimana sebenarnya aturan main dalam fintech syariah ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

  1. Tidak Ada Bunga

Pada umumnya, fintech syariah ini tidak akan mengenakan bunga pada para peminjamnya, sehingga transaksi antara investor, perusahaan fintech, dan peminjam bersifat kerja sama. Nantinya, akan ada sistem bagi hasil untuk setiap piha atas kerja sama yang dilakukan dengan tenor yang sudah disepakati.

  1. Akad dalam Fintech Syariah

Setidaknya ada enam jenis akad yang diperbolehkan untuk digunakan dalam fintech syariah. Pertama adalah akad jual beli yang terjadi antara penjual dan pembeli yang mengakibatkan berpindahnya kepemilikan objek yang dipertukarkan.

Kedua adalah ijarah yang merupakan akad pemindahan hak guna atas suatu barang atau jasa dalam waktu tertentu dengan pembayaran berupa upah. Ketiga, mudharabah yang merupakan akad kerja sama suatu usaha antara pemilik mdal dengan pengelola. Keuntungan usaha pun nantinya akan dibagi sesuai dnean nisbah yang sudah disepakati dalam akad.

Sementara untuk kerugiannya akan ditanggung oleh pemilik modal. Keempat adalah musyarakah yang merupakan akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha yang mana setiap pihaknya akan memberikan kontribusi dana modal usaha.

Kelima adalah wakalah bi al ujrah yang merupakan akad perlimpahan kuasa untuk melakukan perbuatan hukum tertentu dan disertai dengan imbalan berupa ujrah.

Keenam adalah qardh yang merupakan akad pinjaman dari pemberi pinjaman dengan ketentuan bahwa pihak penerima pinjaman wajib untuk mengembalikan uang yang diterima sesuai dengan waktu dan cara yang sudah disepakati sebelumnya.

Perbedaan lain yang perlu Anda ketahui antara fintech syariah dan konvensional ini terletak pada mekanisme penagihannya. Perusahaan fintech syariah ini akan lebih mengedepankan pendampingan pada peminjamnya. Dan inilah fintech syariah maintenance sistem yang perlu Anda pahami.